<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Film Ayat-Ayat Cinta -Tidak Lebih Berbahaya Dari Film Maksiat-</title>
	<atom:link href="http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/</link>
	<description>situs ahlussunnah wal jama'ah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 13:45:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: purwanto (abdullah muslim as-sukoharjowy)</title>
		<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/#comment-696</link>
		<dc:creator>purwanto (abdullah muslim as-sukoharjowy)</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 09:32:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruanghakim.wordpress.com/?p=55#comment-696</guid>
		<description>bismillahi, gak punya tv..................
gak mau melangkahkan kaki ke tempat maksiat dan tabarruj (bercampur baur nya laki dan perempuan) seperti bioskop, gak mau jatuh ke lubang ikhtilat (memandang lawan jenis tanpa hijab).

mending baca buku dan menyibuk kan diri dengan ilmu dari pada nonton acara-acara yang na&#039;udzubillah........

kiraman wa katibiin ada di samping kita yaa akhi dan Allah Maha Mengetaui apa yang kiita kerjakan, takutlh kita kepada Nya dan tetaplah ita berjalan di atas manhaj yang haq.

ta&#039;awun bainananna</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillahi, gak punya tv&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
gak mau melangkahkan kaki ke tempat maksiat dan tabarruj (bercampur baur nya laki dan perempuan) seperti bioskop, gak mau jatuh ke lubang ikhtilat (memandang lawan jenis tanpa hijab).</p>
<p>mending baca buku dan menyibuk kan diri dengan ilmu dari pada nonton acara-acara yang na&#8217;udzubillah&#8230;&#8230;..</p>
<p>kiraman wa katibiin ada di samping kita yaa akhi dan Allah Maha Mengetaui apa yang kiita kerjakan, takutlh kita kepada Nya dan tetaplah ita berjalan di atas manhaj yang haq.</p>
<p>ta&#8217;awun bainananna</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ENZO</title>
		<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/#comment-671</link>
		<dc:creator>ENZO</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 00:02:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruanghakim.wordpress.com/?p=55#comment-671</guid>
		<description>Fas alu ahlazzikri inkumtum la ta&#039;lamun. bukan nonton film.
              Saya yakin yang hadir diforum ini bukan untuk mencari Pembenaran tetapi mencari kebenaran. Nah kalo memang gitu prinsipnya maka apabila hujjah yang sahih telah sampai, maka terimalah, jangan mencari-cari Rukhsah-nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fas alu ahlazzikri inkumtum la ta&#8217;lamun. bukan nonton film.<br />
              Saya yakin yang hadir diforum ini bukan untuk mencari Pembenaran tetapi mencari kebenaran. Nah kalo memang gitu prinsipnya maka apabila hujjah yang sahih telah sampai, maka terimalah, jangan mencari-cari Rukhsah-nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ENZO</title>
		<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/#comment-670</link>
		<dc:creator>ENZO</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 23:48:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruanghakim.wordpress.com/?p=55#comment-670</guid>
		<description>Sudahlah, tidak patut bagi mukmin laki-laki dan perempuan apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan hukum, kemudian kita mencari hukum selain itu.
Kalo memang mau nyari ilmu, kenapa harus nonton film, tidak ada tuntutan nyari ilmu dengan cara melihat pemain sinetron yang mana pemainnya terdiri dari wanita dan laki-laki.
Coba difikirkan sejenak aja. janagan mengikuti perasaan.
memang pada dasarnya manusia memang seperti itu, selalu mencari Ruksah atas sesuatu yang ia suka, bahkan kalo bisa zinapun akan ia cari dalil kehalalannya.

Masih banyak hal-hal kecil yang belum bisa kita lakukan, minum saja masih sambil berdiri, sambil jalan, lalu bagaimana anda menilai sinetron A2C itu bermanfaat untuk anda...?

Wallahu&#039;alam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudahlah, tidak patut bagi mukmin laki-laki dan perempuan apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan hukum, kemudian kita mencari hukum selain itu.<br />
Kalo memang mau nyari ilmu, kenapa harus nonton film, tidak ada tuntutan nyari ilmu dengan cara melihat pemain sinetron yang mana pemainnya terdiri dari wanita dan laki-laki.<br />
Coba difikirkan sejenak aja. janagan mengikuti perasaan.<br />
memang pada dasarnya manusia memang seperti itu, selalu mencari Ruksah atas sesuatu yang ia suka, bahkan kalo bisa zinapun akan ia cari dalil kehalalannya.</p>
<p>Masih banyak hal-hal kecil yang belum bisa kita lakukan, minum saja masih sambil berdiri, sambil jalan, lalu bagaimana anda menilai sinetron A2C itu bermanfaat untuk anda&#8230;?</p>
<p>Wallahu&#8217;alam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gundah</title>
		<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/#comment-631</link>
		<dc:creator>gundah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 12:22:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruanghakim.wordpress.com/?p=55#comment-631</guid>
		<description>telaso!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>telaso!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rijal</title>
		<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/#comment-535</link>
		<dc:creator>Rijal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 01:21:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruanghakim.wordpress.com/?p=55#comment-535</guid>
		<description>Assalamu&#039;alikum.
Lagi2 koment tanpa hujjah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alikum.<br />
Lagi2 koment tanpa hujjah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Reichfuehrer Himmler</title>
		<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/#comment-489</link>
		<dc:creator>Reichfuehrer Himmler</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 08:54:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruanghakim.wordpress.com/?p=55#comment-489</guid>
		<description>Saya dukung Pak Lukman, membaca blog ini terasa ketulusan dan niat baik Pak Lukman. 

Mereka2 itu mrasa benar sendiri dimana membuat pembahasan menjadi melebar sehingga tidak jelas, pake bw2 &#039;mngapa tidak mengkritisi film FItna&#039;, sudah jelas mreka2 itu tidak memahami apa yg ingin di sampaikan oleh bapak Lukman! sabar aja Pak Lukman. Saya saja yg yg &quot;hitam&quot; memahami apa yg di maksud oleh Pak Lukman, tp mengapa mreka2 yg mengutip ayat2 Al-quran dan bnyk penggalan kalimat2 dari Al-hadist itu masih bertanya2 hahahaha... anggap aja Pak Lukman sedang berkomunikasi dgn anak kecil, anak kecil slalu mengikuti nafsu dan slalu bertanya tanya bukan hehe.. HEIL HITLER</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dukung Pak Lukman, membaca blog ini terasa ketulusan dan niat baik Pak Lukman. </p>
<p>Mereka2 itu mrasa benar sendiri dimana membuat pembahasan menjadi melebar sehingga tidak jelas, pake bw2 &#8216;mngapa tidak mengkritisi film FItna&#8217;, sudah jelas mreka2 itu tidak memahami apa yg ingin di sampaikan oleh bapak Lukman! sabar aja Pak Lukman. Saya saja yg yg &#8220;hitam&#8221; memahami apa yg di maksud oleh Pak Lukman, tp mengapa mreka2 yg mengutip ayat2 Al-quran dan bnyk penggalan kalimat2 dari Al-hadist itu masih bertanya2 hahahaha&#8230; anggap aja Pak Lukman sedang berkomunikasi dgn anak kecil, anak kecil slalu mengikuti nafsu dan slalu bertanya tanya bukan hehe.. HEIL HITLER</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: D2MQ</title>
		<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/#comment-487</link>
		<dc:creator>D2MQ</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 10:52:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruanghakim.wordpress.com/?p=55#comment-487</guid>
		<description>Yang menjadi heran adalah, kenapa film Ayat-ayat cinta dikatakan seperti itu lebih bahaya dari film maksiat lah dll. Kenapa ga diganti aja wacannya menjadi Film pocong merupakan permurtadan terhadap keyakinan–kan jelas.
atau film-film lainnya.
Film AAC memang mendapatkan opini dari berbagai kalangan yang sebagian besar “memandang bahaya”, tetapi kalo menurut saya, dimana pun kebaikan yang terkandung di dalamnya seperti halnya Islam, akan selalu mendapatkan “serangan” dari pihak yang tidak menyukainya lebih-lebih yang memiliki “kepentingan”. Seperti halnya Dakwah islam waktu zaman Nabi, bisa dibayangkan yang namanya fitnah, darah, siksa dll selalu ada dan meyertai perjuangannya.
Yang memerlukan “pencerahan” dengan harapan Allah menurunkan hidayah-Nya (sesuai dengan kehendak-Nya) tidak hanya orang-orang yang datang ke majelis, atau ke masjid. Orang-orang di bioskop juga memerlukan “pencerahan” karena kita tidak tahu, dari jutaan orang yang ada di bioskop yang tersebar di dunia ini, ada beberapa yang akan Allah berikan hidayah-Nya.
Dalam islam, take some good things, and leave some bad things….. easy kan..?
salam
D2MQ</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang menjadi heran adalah, kenapa film Ayat-ayat cinta dikatakan seperti itu lebih bahaya dari film maksiat lah dll. Kenapa ga diganti aja wacannya menjadi Film pocong merupakan permurtadan terhadap keyakinan–kan jelas.<br />
atau film-film lainnya.<br />
Film AAC memang mendapatkan opini dari berbagai kalangan yang sebagian besar “memandang bahaya”, tetapi kalo menurut saya, dimana pun kebaikan yang terkandung di dalamnya seperti halnya Islam, akan selalu mendapatkan “serangan” dari pihak yang tidak menyukainya lebih-lebih yang memiliki “kepentingan”. Seperti halnya Dakwah islam waktu zaman Nabi, bisa dibayangkan yang namanya fitnah, darah, siksa dll selalu ada dan meyertai perjuangannya.<br />
Yang memerlukan “pencerahan” dengan harapan Allah menurunkan hidayah-Nya (sesuai dengan kehendak-Nya) tidak hanya orang-orang yang datang ke majelis, atau ke masjid. Orang-orang di bioskop juga memerlukan “pencerahan” karena kita tidak tahu, dari jutaan orang yang ada di bioskop yang tersebar di dunia ini, ada beberapa yang akan Allah berikan hidayah-Nya.<br />
Dalam islam, take some good things, and leave some bad things….. easy kan..?<br />
salam<br />
D2MQ</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nonasheila</title>
		<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/#comment-483</link>
		<dc:creator>nonasheila</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 09:46:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruanghakim.wordpress.com/?p=55#comment-483</guid>
		<description>mas lukman interest banged sih ke soal AAC? udah nonton berapa kali nih? sama skali ga? yang bener? ga nonton bajakannya aja? saya punya :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas lukman interest banged sih ke soal AAC? udah nonton berapa kali nih? sama skali ga? yang bener? ga nonton bajakannya aja? saya punya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Niam</title>
		<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/#comment-471</link>
		<dc:creator>Niam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 08:26:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruanghakim.wordpress.com/?p=55#comment-471</guid>
		<description>tulisan saya kok dihapus???
apa ini memang anda...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan saya kok dihapus???<br />
apa ini memang anda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: niam</title>
		<link>http://ruanghakim.wordpress.com/2008/03/05/film-ayat-ayat-cinta-tidak-lebih-berbahaya-dari-film-maksiat/#comment-470</link>
		<dc:creator>niam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 22:18:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruanghakim.wordpress.com/?p=55#comment-470</guid>
		<description>Allohu Yarham..

Saya tidak menuduh anda mengkafirkan, tulisan saya yang pertama cuma mengajak anda saling bergandeng tangan, tulisan yang ke dua juga begitu, dengan sedikit mengimbangi tanggapan anda. Saya cuma ingin saling mengingatkan, janganlah terlalu mengguman dirumah sendiri, karena kita adalah saudarah, masih banyak diluar sana yang perlu kita garap.

mungkin kita agak berbedah dengan cara, &quot;mengingatkan dengan tanpa memperkeruh masalah&quot;, terlebih kita tidak terjebak dengan maksud kita. Sangat menarik dengan tawaran anda &quot;saling mengingatkan&quot;, makanya saya juga mengingatkan anda, kalau cara anda mungkin harus sedikit di format ulang.

Sebelum film itu dibuat, saya juga tidak begitu setujuh dengan film itu, boleh dibilang, saya sedikit kecewa dengan sutradara.

Akhinal karim.. bukan niat saya memusuhi antum, saya minta maaf kalau tulisan saya menyinggung antum.. Jazakalloh khoir..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allohu Yarham..</p>
<p>Saya tidak menuduh anda mengkafirkan, tulisan saya yang pertama cuma mengajak anda saling bergandeng tangan, tulisan yang ke dua juga begitu, dengan sedikit mengimbangi tanggapan anda. Saya cuma ingin saling mengingatkan, janganlah terlalu mengguman dirumah sendiri, karena kita adalah saudarah, masih banyak diluar sana yang perlu kita garap.</p>
<p>mungkin kita agak berbedah dengan cara, &#8220;mengingatkan dengan tanpa memperkeruh masalah&#8221;, terlebih kita tidak terjebak dengan maksud kita. Sangat menarik dengan tawaran anda &#8220;saling mengingatkan&#8221;, makanya saya juga mengingatkan anda, kalau cara anda mungkin harus sedikit di format ulang.</p>
<p>Sebelum film itu dibuat, saya juga tidak begitu setujuh dengan film itu, boleh dibilang, saya sedikit kecewa dengan sutradara.</p>
<p>Akhinal karim.. bukan niat saya memusuhi antum, saya minta maaf kalau tulisan saya menyinggung antum.. Jazakalloh khoir..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
