Film Fitna -Pemerintah Kita Telah Mengambil Sikap-

“Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam”.

Alhamdulillah, tidak ada satupun reaksi yang menilai positif tentang penayangan film Fitna. Film yang dipersembahkan oleh seorang politisi Belanda ini berisikan tayangan yang -inginnya- memburukkan citra Islam. Aneh memang, dari segi apa mereka coba memburukkan agama ini. Kecuali dengan kebohongan-kebohongan, kebencian-kebencian, kejahilan-kejahilan, maka tak kan pernah ada hasilnya. Kasihan, letih mereka mencari celah untuk merendahkan dan meruntuhkan nilai-nilai Islam. Tak ada hasil. Karena kenyataannya, hampir seluruh lapisan masyarakat yang telah mengetahui film tersebut mengecamnya. Alhamdulillah, tidak terlihat sedikitpun yang senang atau berlagak sok berpikiran luas yang coba menilai sah-sah saja keberadaan film tersebut. Kalaupun ada, demi Allah tidak sedikitpun mengurangi nilai Islam di mata orang-orang yang berakal. Tidak sedikitpun. 

Dan yang patut disyukuri adalah, bahwa film tersebut telah mendapat larangan dari pemerintah kita untuk tayang di Indonesia. Semoga juga di seluruh dunia. Semoga Allah melindungi dan menjaga mereka.

Berikut pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Senin 31 Maret 2008.

“Setelah memantau dan mengikuti reaksi dari banyak pihak pada tingkat dunia maupun di Indonesia sendiri menyangkut pembuatan dan penayangan film Fitna, saya perlu menyampaikan posisi dan langkah-langkah pemerintah Indonesia ke depan. Meskipun pemerintah dalam hal ini Departemen Luar Negeri telah secara resmi menyampaikan kecaman pembuatan film Fitna oleh politisi ekstrem Belanda Geert Wilders, guna mencegah terjadinya gangguan terhadap kerukunan antar umat beragama di negeri kita, dan reaksi-reaksi lain yang mengancam keamanan dan ketertiban umum, maka pemerintah Indonesia, pertama melarang penayangan film Fitna tersebut di Indonesia.

Kedua, kata Presiden, menghimbau pemerintah dan parlemen Belanda untuk berupaya menghentikan penayangan film itu. “Ketiga, melalui Menteri Hukum dan HAM, pemerintah mencekal kunjungan Geert Wilders ke Indonesia apabila yang bersangkutan ingin berkunjung ke Indonesia. Keempat, melalui Menteri Komunikasi dan Informatika, pemerintah berharap kepada internet provider agar film Fitna tersebut tidak ditayangkan dalam situs internet. Kelima, menghimbau seluruh media internasional untuk tidak menayangkan film itu karena akan menganggu hubungan antar umat beragama dan harmoni antar peradaban pada tingkat global,” kata Presiden.

5 Komentar

  1. Gotro berkata,

    April 3, 2008 pada 10:04 am


  2. jagoandi berkata,

    April 3, 2008 pada 1:23 pm

    yang penting kita bersama harus menunjukan bahwa umat islam yang sama dengan apa yg ada di film tersebut..

  3. mas islam berkata,

    April 12, 2008 pada 3:04 am

    orang-orang barat bisanya cuma maen gertak doank. ntar kalow bener2 di ekspansi sama imam Almahdi yang akan segera datang. maka sebenarnya mereka hanya pecundang tulen.

  4. nonasheila berkata,

    April 29, 2008 pada 8:45 am

    kita juga orang islam di sini bisanya juga maen gertak doank, udah gitu gertaknya gw mempan lagi :P

  5. yus@ berkata,

    Mei 21, 2008 pada 1:30 pm

    yah kalo cuma bisa demo doa ma menghujat aja ya enggak bakal ngefek tuh.
    balas dong dengan yang lebih canggih.
    kita itu telat loh demo demo tapi filmnya dah dilihat banyak orang.
    mending diam saja juga sama aja.
    aku yakin si wilder itu juga tau kalo kita umat islam bisanya cuma marah demo berdoa dan mengutuk saja.
    makanya dia sante sante aja bikin film itu fitna ma kelanjutannya.

    yang jelas parah deh kita umat islam besar mayoritas tapi enggak bisa apa apa.
    kita enggak bakal menang deh sama umat kafir yang pintar berteknologi dan diam namun menghanyutkan.
    mau tau kenapa?

    KARENA KITA MEMANG BODOH
    ULAMA2 KITA LEBIH SUKA KEMBALI KE JAMAN BATU DAN MERIBUTKAN PERKARA YANG SEBENARNYA 3ENGGAK PENTING.
    PADAHAL YANG KAFIR AJA AMBIL ILMUNYA JUGA DARI AL QURAN TUH.

Tulis sebuah Komentar