Posted by: kelukman on: Juli 22, 2008
Bismillahirrohmanirrohim
“Demi Masa!. Sesungguhnya manusia berada pada kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan yang beramal sholih. Dan yang saling menasihati dengan kebenaran dan saling menasihati dengan kesabaran“. (Al Qur’an, Surat Al ‘Ashr, Ayat 1 – 3)
Kehadiran beberapa film “bernuansa” Islam belakangan ini seakan-akan telah menjadi “pembela” agama ini. Bagaimana tidak, ada film yang menceritakan tentang rosul palsu (saya agak lupa judul filmnya). Yang diangkat setelah hebohnya kehadiran orang-orang yang mengaku menerima wahyu dan mengaku sebagai nabi baru/terakhir setelah kenabian Muhammad ‘abdulloh wa rosuluh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Tidak mengerti bagaimana cara membuatnya, sepertinya film tersebut mempunyai semangat yang tinggi akan dakwah untuk agama ini, atau mungkin semangat yang tinggi untuk berbisnis memanfaatkan situasi agama di bangsa ini. Wallahu a’lam!
Beberapa waktu sebelumnya, ada juga film Ayat-ayat Cinta. Film yang diangkat dari novel terlaris pada masanya dengan judul yang sama dengan filmnya, Ayat-Ayat Cinta (AAC). Berbeda dengan film tentang rosul palsu (sekali lagi ma’af, saya lupa judul filmnya), film ini sebagian besarnya berkisah tentang romantisme cinta berbalut aturan-aturan yang ada dalam Islam. Sekali lagi, tema yang sangat diagung-agungkan mayoritas anak-anak muda. Dan film ini, pun berusaha untuk membendung kebablasan berpikir para pengagung-agung romantisme cinta dengan keindahan Islam. Atau mungkin, laba yang dibayangkan begitu besar jika novel tersebut divisualisasikan. Wallahu a’lam.
Kini, Kang Abik coba memanfaatkan kesuksesan AAC The Movie dan predikat mega best seller #1 in Asia Tenggara novel Ketika Cinta Bertasbih (KCB), untuk bisa memberikan sumbangsih yang lebih bagi agama ini. Film, lagi-lagi film dianggap sebagai pilihan paling potensial untuk suksesnya kehidupan para penggemarnya kelak di dunia dan akhirat.
Astaghfirullah, di satu situs resmi pembuatan film tersebut dipajang banyak sekali photo-photo para peserta audisi untuk peran yang dimainkan di film KCB. (Mohon ma’af, penulis tidak mau menampilkan situs tersebut)
Sesak sekali dada ini ketika menarik napas. Bagaimana bentuk audisinya saya tidak mengerti. Semoga agama ini tidak ditolong dengan cara yang seperti itu.
Terlepas dari tujuan yang sangat samar dari para pembuat dan pendukung acara “ta’lim” tersebut, yang pasti Allah telah menetapkan yang halal dan yang haram buat kita.
Semoga kita tidak tertipu dengan orang-orang yang tiada sengaja berbuat keburukan pada agama ini.
Sibukkan diri dengan hal-hal yang positif. Mengikuti kajian-kajian islami. Sibukkan dengan membantu orangtua. Sibukkan dengan perbanyak dzikir. Sibukkan. Jangan biarkan angan-angan kita melambung ke tempat yang kita tiada tahu kebenarannya.
“Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui.” (Al Qur’an, Surat Al Baqarah, Ayat 42)
Wallahu a’lam!
ajak dialog aja tuh kang Abik sama asatidz Salafy, gmn sih llsan Hadits Al Azhar tp malah bikin2 novel melulu, mending klo novelnya umum, nih novel2 “Islam” lg, yg dpt menjerumuskan kaum muslimin kpd syubhat krn menyangka novel tsb Syar’i(& jg film nya), kang Abik sadarlah, gunakan ilmu agama antum utk membimbing manusia ke Jalan Alloh bukannya malah utk menghasilkan novel & film………..
1 | hanif019
November 26, 2008 pada 8:35 am
bismillah
Assalamu’alaikum
Wah, dah ‘hidup’ lagi toh bang ELHA nih?
met blogging lagi, bang!
moga tetep istiqomah. Jarang kelihatan di al-hasanah nih? sibuk ya?
http://www.hanif019.wordpress.com