www.ruanghakim.co.cc

Membantah Salafy “wahhabi”, tiada hujjahnya.

Posted on: Januari 5, 2008

Muqoddimah

Bismillahirrohmanirrohim.

Alhamdulillah. Ash-sholatu was-salamu ‘ala rosulillah.

Segala puji bagi Allah, yang maha Pemberi petunjuk. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, niscaya tiada yang menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, niscaya tiada yang memberinya petunjuk.

Sesungguhnya, sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam-.

Menarik napas begitu beratnya. Ketika baru saja, membaca beberapa artikel yang -ceritanya- menyoroti dakwah salafiyyah -paling tidak kata salafy masih mereka sematkan, walhamdulillah-.

Sebenarnya, tidak ada faidahnya menimpali pernyataan-pernyataan para penyorot tersebut. Karena, jujur saja, di samping tidak ilmiyyah, mayoritas mereka adalah para penganut fanatisme, “nafsu”isme, “jahil”isme, dan banyak faham-faham negatif lainnya yang melatarbelakangi “sorotan” mereka. Dan semuanya itu, adalah hal-hal yang memang di”perang”i oleh Muhammad -abdulloh wa rosuluh- -shollallohu ‘alaihi wa sallam- yang diperingatkan kepada para shohabat, kemudian para tabi’in, tabi’ut tabi’in, terus hingga kepada para ‘ulama-ulama yang teguh di atas prinsip mereka -insya Allah-. Dan tak ketinggalan, para penyorot tersebut, jika dilihat artikel-artikel miliknya dan milik kawan-kawannya, adalah para pengusung liberalisme, minimal, pendukung liberalisme.

Banyak sekali istilah-istilah yang dikatakan mereka terhadap para wahhabi yang sebabnya adalah -menurut istilah dikatakan- tak kenal maka tak sayang. Demi Allah, mereka (para penyorot wahhabi) tidak mengenal -saya berharap bukan tidak mengenal, namun belum mengenal– siapa itu para “preman-preman berjubah yang mengadopsi kalimat agung salafus saleh yang sebenarnya adalah wahabi“?. Mereka tidak mengenal -sekali lagi saya berharap semoga mereka belum mengenal, bukan tidak mengenal. Dan setiap kali saya menuliskan kalimat “mereka tidak mengenal” di berikutnya, maksud saya adalah mereka belum mengenal -semoga- siapa itu orang-orang yang berjenggot dan bercelana semata kaki yang -katanya- berpusat di Saudi dan Kuwait?. Mereka tidak mengenal siapa itu orang-orang yang mengatakan bahwa attauhid adalah dakwaan risalah mereka, kafir, bid’ah adalah wiridan mereka, tebas leher yang tidak seakidah adalah slogan mereka.?

Dari kalimat-kalimat yang mereka gunakan -pada kalimat di atas yang dicetak miring-, terlihat bahwa penyebab mereka mengatakan demikian adalah seperti yang sudah dikatakan tadi, tak kenal maka tak sayang.

Semoga Allah meneguhkan saya di atas manhaj salaf. Semoga Allah mengampuni saya atas segala kesalahan yang saya ketik. Karena Engkaulah Al-Haq, Engkaulah Al-Wahhab, Al-Huda, Al-Ghoffar, dan milik Engkaulah Al-Asma Al-Husna.

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud dari shahabat Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6025)

Ya Allah, jauhkan saya dari menyerupai tradisi orang-orang kafir, orang-orang musyrik, orang-orang majusi dan seluruh penyembah hawa nafsu dengan selogannya “kebebasan berpendapat”.
Ya Allah, tetapkanlah saya untuk menyerupai orang-orang yang sholih, yang menghidupkan sunnah nabiMu, meski dimulai dari berkainkan di atas mata kaki, meski dimulai dari membiarkan jenggot saya tumbuh seperti yang diperintahkan nabiMu. Karena, saya yakin bahwa yang dikatakan nabi tidak lain adalah wahyu yang Engkau wahyukan kepadanya. Dan tidaklah sesuatu yang jelas dikatakannya, lalu hal itu adalah salah, melainkan Engkau pasti menyampaikan teguranMu padanya, dan saya, juga kaum muslimin, akan mengetahuinya, sebagaimana tentang kisah seorang buta yang datang kepada rosulMu, lalu ia (Muhammad, abdulloh wa rosuluh, -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bermuka masam kemudian Allah menegurnya dan terang bagi saya akan hal itu, juga lagi kisah tentang teguranMu padanya ketika ia (Muhammad, abdulloh wa rosuluh, -shollallohu ‘alaihi wa sallam- menawan musuh-musuh Islam dan membiarkan mereka hidup, dan juga teguranMu yang tertulis jelas tentang kesalahannya meng’haram’kan madu, dan banyak kisah lainnya yang terucap melalui KalamMu. Karena Engkau adalah Penjelas, Pelindung, Penjaga.

“Tidak lain (Al Qur’an) adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” (An Najm:4)
“Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (An Nisa:1)
“Sesungguhnya Kami (Allah)lah yang menurunkan Peringatan dan Kami (Allah)lah yang menjagaNya” (Al Hijr:9)

Jakarta, 5 Januari 2008

Luqman Hakim Assalafiy -insya Allah-

Salafiy “Indonesia”

Insya Allah masih ada sambungannya.
klik di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik

  • 28,572 users

RSS Abu Salma M. Fachrozi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sunniy Salafiy

  • Haramnya Tathayyur (Anggapan Sial Karena Seseorang Atau Sesuatu)
    asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ “Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran,…Read more › […]
    Admin Blog Sunniy Salafy
  • Tidak Boleh Mengurungkan Hajat Karena Menganggap Sial Sesuatu
    asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang thiyarah mengurungkan dia dari hajatnya maka ia telah berbuat syirik”, Para shahabat bertanya, “Lalu apa kaffarahnya?”, Rasulullah shallallahu ’alaihi…Read more ›
    Admin Blog Sunniy Salafy
  • Keutamaan Puasa Ramadhan dan Hikmah Pensyariatan Puasa Ramadhan
    Majmu’ minal Ulama Keutamaannya Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدَرَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، ومَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ…Read more › […]
    Admin Blog Sunniy Salafy

LINK SAHABAT

Promosi Author

%d blogger menyukai ini: