www.ruanghakim.co.cc

“Raport Merah” Salafiy.

Posted on: Januari 8, 2008

kelanjutan dari artikel sebelumnya

Salafiy, kehadirannya begitu membuka wawasan baru tentang Islam, khususnya di Indonesia. Salafy, sebuah “gerakan” yang kerap memecahbelah umat Islam dan sering memvonis bid’ah, begitulah orang-orang menilainya. Tidak cukup sampai di situ, masih banyak lagi vonis negatif yang muncul, beberapa di antaranya adalah:

Anti Pluralisme

Khawarij, yakni mudah mengkafirkan kaum muslimin

Seakan-akan surga adalah milik mereka (salafiy)

Fundamentalisme

Eksklusif

Anti tradisi setempat, dalam artian hanya mengakui tradisi Arab Saudi

Keturunan Musailamah Al Kadzab

Anti Intelektualisme

Musuh Syiah

Masih lebih dari beberapa kalimat di atas yang sangat pas untuk menilai siapa dan apa itu salafiy dari isi kepala orang-orang “Islam Indonesia”.

Dan tentunya, jika hal itu memang benar maka sebagiannya merupakan berita buruk bagi kita, kaum muslimin, yang tinggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan tanggapan sebagiannya lagi, merupakan berita yang sangat baik bagi kita.

Berita buruknya, mereka adalah -kata orang-orang “Islam Indonesia”- pemecahbelah umat Islam. Bagaimana tidak dikatakan pemecahbelah umat, setiap ada kaum muslimin Indonesia yang melakukan tradisi leluhur yang “islamiy”, mereka menganggap hal itu bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap yang namanya sesat itu di neraka tempatnya.

Beraninya mereka mengatakan hal-hal “islamiy” sebagai sebuah kesesatan. Padahal, kita melakukannya sudah turun-temurun beberapa generasi keluarga kita, yang merupakan keturunan muslim. Di samping itu, kita juga melakukannya bersama para ustadz kita, para kiyai kita, yang mereka adalah orang-orang ‘alim di lingkungan kita. Bagaimana mungkin, surban putih yang melilit di atas mereka, dengan teganya menipu kita, menyesatkan kita, ini gila!.

Lagipula, tanpa perlu ditelusuri apakah para ustadz dan kyai kami itu menyesatkan kami atau tidak, toh yang kita lakukan menurut kita adalah baik.

Sepenggal kisah di atas merupakan kenangan akan penulis ketika Allah mengenalkannya dengan para muwahhiduun. Ya, mereka yang sering mengaku salafiy, yang kita kira ahlussunnah versi luar, yang terlihat seperti Muhammadiyyah bukan Nahdlatul Ulama, kalau Subuh tidak pakai Qunut, sehabis salam ketika sholat mukanya tidak diusap, anti maulid, anti tahlilan, anti sholawatan, adalah tepat jika disebut muwahhiduun, merekalah sesungguhnya saudara kita seagama, ahlussunnah wal jama’ah, mereka, mereka, tidak lain, mukminin, muslimin -insya Allah-.
Lalu, mengapa mereka bisa melakukan hal itu?

Tujuan mereka hanya satu, mengharap agar Islam ini tinggi dan tiada yang lebih tinggi dari Islam. Islam ini murni, tiada yang lebih murni dari Islam. Islam, agama kita. Agama yang kita cintai sampai akhir hayat kita. Amiin.

Lantas, apa yang mereka maksud dengan murni?. Apakah dengan membatalkan seluruh tradisi-tradisi kita yang islamiy?

Sedih, dan berat diri ini meninggalkan semua yang sudah mengakar di lubuk tradisi. Berat rasanya untuk tidak mengerjakannya, padahal banyak orang-orang islam Indonesia melakukannya. Dikiranya apa diri ini, dikiranya begitu aneh diri ini.

insya Allah bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik

  • 28,572 users

RSS Abu Salma M. Fachrozi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sunniy Salafiy

  • Haramnya Tathayyur (Anggapan Sial Karena Seseorang Atau Sesuatu)
    asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ “Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran,…Read more › […]
    Admin Blog Sunniy Salafy
  • Tidak Boleh Mengurungkan Hajat Karena Menganggap Sial Sesuatu
    asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang thiyarah mengurungkan dia dari hajatnya maka ia telah berbuat syirik”, Para shahabat bertanya, “Lalu apa kaffarahnya?”, Rasulullah shallallahu ’alaihi…Read more ›
    Admin Blog Sunniy Salafy
  • Keutamaan Puasa Ramadhan dan Hikmah Pensyariatan Puasa Ramadhan
    Majmu’ minal Ulama Keutamaannya Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدَرَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، ومَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ…Read more › […]
    Admin Blog Sunniy Salafy

LINK SAHABAT

Promosi Author