www.ruanghakim.co.cc

Matahari Mengelilingi Bumi?

Posted on: Maret 6, 2008

Matahari mengelilingi bumi?

Kalimat itu begitu menggelikan didengar di telinga kita. Karena, tidak pernah sedikitpun kita mendengarnya sejak duduk di bangku sekolah terendah (SD dan setingkat) sampai perguruan tinggi. Yang ada, bumi yang mengelilingi matahari. Dan hal itu, sudah begitu dijelaskan di banyak buku-buku yang mempelajari tentang tata surya, atau angkasa secara umum. Pembahasan akan hal ini banyak ditemukan di beberapa blog, di antaranya:harrysufehmi, abdurrahman, musadiqmarhaban, dan lain-lain.

Namun yang menarik ketika saya membuka salah satu blog dalam menilai pernyataan tersebut:

Dari apa yang saya baca, menurut saya yang paling mengganggu bukanlah statemen bahwa “matahari mengelilingi Bumi” melainkan bagaimana mereka menafsirkan ayat Alqur’an untuk menjelaskan fenomena alam. Tampaknya kesimpulan ini juga bukan semata-mata hasil pemikiran si penulis, melainkan suatu pemahaman di lingkungan (aliran?) islam tertentu. Menurut saya agak sulit jika kita mendebat pendapat ini (kepada mereka) melalui bukti-bukti empiris, apalagi bukti yang di peroleh dari “ilmuwan kafir”.

Di situlah letak inti di mana kita hampir tak bisa habis pikir mengapa bisa matahari yang mengelilingi bumi. Karena, bukti-bukti yang dibawa oleh ilmuwan kafir begitu banyaknya.

Namun, jika kita berpikir kembali lebih obyektif dalam menimbang perkara ini dari titik nol, dan kita menilainya dengan menyadari diri kita sebagai seorang muslim. Maka, persoalan kemungkinan kebenaran apakah matahari yang mengelilingi bumi atau sebaliknya sama-sama memiliki kekuatan yang benar dari segi kemungkinannya. Yang saya maksud dengan titik nol adalah, bahwa kita benar-benar tidak tahu secara pasti apakah bumi mengelilingi matahari. Karena, memang kita tidak pernah melihatnya secara langsung. Seluruh informasi yang kita dapatkan, hanya lewat media-media. Yang sangat mungkin bahwa semuanya bermuara pada satu sumber. Artinya, bukan semuanya memiliki bukti-bukti. Boleh jadi, dari satu buku diambil dari buku lainnya dan seterusnya.

Sekarang kita sadari diri kita. Jika permasalahannya adalah karena kita sudah terlalu lama (lebih dari 10 tahun) dalam bangku sekolah mempelajari hal itu dengan pernyataan bahwa bumi mengelilingi matahari, sudah terlalu sering melihat film-film yang menerbangkan astronot ke bulan, ke angkasa, sudah terlalu sering menyaksikan tayangan-tayangan di televisi yang memperlihatkan bagaimana matahari dikelilingi planet di sekitarnya, lalu bagaimana mungkin bisa dimusnahkan begitu saja ketika ada penjelasan dari para ulama yang mengatakan bahwa teori itu salah, yang benar dalam Al Qur’an adalah matahari mengelilingi bumi. Sepertinya, butuh waktu yang panjang untuk membenarkan penjelasan para ulama yang berseberangan dengan penjelasan para ilmuwan.

Jika memang permasalahannya adalah karena di bangku sekolah selama lebih dari 10 tahun sudah dijelaskan dengan mempelajari buku-buku yang menjelaskan hal itu, maka apakah kita bisa mempercayainya begitu saja 100%?. Apakah kita bisa mengamalkannya dengan keyakinan? Toh, ketika kita mempelajari matematika saja ada pelajaran tentang riba, rente, nilai akhir, bunga bank, dan lainnya yang dilarang dalam agama. Apakah dijelaskan di sana bahwa hal-hal itu tidak boleh dilakukan?

Oh, mungkin contoh ini kurang begitu tepat untuk menyamakannya dengan kasus matahari mengelilingi bumi.

Sekarang, ketika kita bersikeras menjelaskan tentang kesalahan-kesalahan pendapat ulama yang mengatakan teori MMB (matahri mengelilingi bumi), apakah penjelasan kita berdasarkan pengetahuan kita (kita menyaksikannya secara langsung)? Atau berdasarkan pengetahuan yang kita peroleh dari bangku sekolahan, dari tayangan-tayangan televisi atau dari media lainnya, yang sumber dari ilmu tersebut adalah ilmuwan-ilmuwan kafir. Bukan dari pengetahuan kita sendiri? Bukan dari pandangan mata kita sendiri. Apakah ketika kita mempelajari buku tentang tata surya, melihat tayangan di televisi, dan sebagainya, kita telah merasa berada di luar angkasa? Tidak, kita tetap di bumi. Tidak tahu yang sebenarnya di luar sana.

Lalu, jika kita memang benar-benar tidak tahu akan hal itu, sebagai seorang muslim, kepada siapa hendaknya kita bertanya?

Kita diperintahkan untuk bertanya kepada ahli dzikir, kepada ulama, kepada orang-orang yang memang ahlinya dalam menjelaskan suatu perkara yang kita tidak tahu akan hal itu.

Mungkin, kita akan mengatakan bahwa, “Para ilmuwan telah memberikan bukti-bukti berupa gambar-gambar hasil pantauan mereka di luar sana”.

Ketahuilah, mereka adalah orang-orang kafir. Lihat, akhlaq mereka dalam menyampaikan berita begitu hancur. Tidakkah kita merasakan bahwa orang-orang seperti mereka begitu mudahnya membiarkan seks bebas padahal mereka tahu keburukan seks bebas, pernikahan sejenis padahal mereka tahu keburukannya, alkohol atau minum-minuman keras lainnya begitu mudah dan bebas-bebas saja diteguk padahal mereka tahu dampak negatifnya, dan keburukan-keburukan lainnya. Lalu, kaitannya apa dengan matahari mengelilingi bumi?

Kita akan mengatakan, mungkin saja ilmuwan kafir itu benar dalam menyampaikan penjelasan tata surya. Karena, mungkin saja mereka lebih mementingkan ilmu tata surya atau lainnya daripada membaguskan akhlaq.

Kalau berbicara soal, mungkin saja, mungkin saja, maka bukankah lebih sangat mungkin bahwa orang-orang kafir (Yahudi dan Nashrani) tidak senang dengan kebenaran yang dibawa oleh Islam?

Kalau bicara soal mungkin (karena memang kita tidak tahu bagaimana keadaan yang sebenarnya tentang tata surya), maka sangat mungkin ketika mereka berada di angkasa lalu melihat ke sekeliling mereka, ternyata mereka menyaksikan bahwa matahari mengelilingi bumi, dan mereka tahu bahwa hal itu ada dalam Al Qur’an, lalu mereka menyembunyikannya, karena khawatir orang-orang akan takjub dengan apa yang tertulis dalam Al Qur’an.

Mungkin saja..

Namun, di sini kita tidak berbicara soal kemungkinan. Karena agama ini (Islam) tidak dibangung di atas kemungkinan, prasangka, khayalan, kira-kira, atau apapun itu yang merupakan simbol kelemahan akal, melainkan agama ini dibangun di atas Al Qur’an dan As Sunnah. Dan tidak ada yang mampu memahami keduanya melainkan para ulama. Dan kita menyerahkan hal itu kepada mereka, karena mereka memang ahlinya.

Jangan pernah berpikir kalau matahari mengelilingi bumi, lalu nanti akan bertabrakan dengan benda angkasa (planet) lainnya?

Allah berfirman,

“Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33).

Allah telah menetapkan mereka beredar pada garisnya. Bukankah angkasa itu luas? Dan bukankah Allah itu Maha Kuasa? Bukankah Allah itu Maha Mengatur? Sehingga, singkirkan jauh-jauh kebodohan cara berpikir kita tentang adanya benturan itu. Namun, kalau memang waktunya berbenturan, karena Allah memang berkuasa akan hal itu.

Peganglah erat-erat hal ini,

Penjelasan seorang ulama sunnah, lebih dipercaya daripada penjelasan 1000 ulama syiah. Karena mereka (Syiah) mencela, membenci bahkan ada yang mengkafirkan para shahabat dan isteri-isteri nabi yang mereka ini (para shahabat dan isteri-isteri nabi) begitu kita cintai. Apalagi penjelasan dari ulama-ulama (ilmuwan) kafir, yang mereka begitu membenci Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, jangankan seribu, seluruh ilmuwan dari kalangan orang-orang kafir pun tak ada artinya, baiknya dirobek, diremes-remes, terus diinjak-injak hingga tak perlu kita menghiraukannya. Penjelasan dari seorang ulama saja masih lebih dipercaya dari mereka semua.

Karena apa? Karena para ulama berbicara dengan mengikuti dalil-dalil yang sah. Sementara mereka? menyadarkan diri mereka untuk beribadah kepada Tuhan Robb semesta alam yang di dalamnya terdapat tata surya, matahari, bumi saja mereka belum mampu.

Apakah para ulama salah tafsir dalam menjelaskan Ayat-Ayat Allah?. Justeru pertanyaan seperti ini yang semestinya menggelikan terdengar di telinga kita. Kalau bukan ulama, siapa lagi yang bisa menafsirkanNya? Orang-orang kafir dengan teori-teorinya?. Entah itu teori evolusi, teori bertahan hidup, teori yang menyatakan bahwa manusia itu pada awalnya adalah ikan atau monyet yang berkembang hingga menjadi makhluk seperti sekarang ini. Apakah kita akan membenarkan teori-teori seperti ini hanya karena mereka menampakkan bukti-bukti berupa fosil atau lainnya?

Sekali lagi, penjelasan seorang ulama masih lebih dapat dipercaya daripada penjelasan seribu ulama (ilmuwan) kafirin.

Pikirkan sekali lagi, apakah yang kita tahu tentang tata surya berdasarkan pengetahuan kita? Atau hasil dari penjelasan orang-orang kafir? Menjelaskannya dengan begitu detail, tetap saja bukan karena pengetahuan kita, melainkan hasil dari membaca buku-buku, tayangan-tayangan yang penuh dengan tipu daya. Maka, kembalikanlah kepada para ulama, kalau memang mereka telah menjelaskannya.

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar. Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).

Wallahu a’lam.

62 Tanggapan to "Matahari Mengelilingi Bumi?"

saya percaya pada para ilmuan kafir itu, bahwa bumi mengelilingi matahari😀

Atas dasar apa? Jangan lakukan.

“Penjelasan seorang ulama sunnah, lebih dipercaya daripada penjelasan 1000 ulama syiah. Karena mereka (Syiah) mencela, membenci bahkan ada yang mengkafirkan para shahabat dan isteri-isteri nabi yang mereka ini (para shahabat dan isteri-isteri nabi) begitu kita cintai. Apalagi penjelasan dari ulama-ulama (ilmuwan) kafir, yang mereka begitu membenci Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, jangankan seribu, seluruh ilmuwan dari kalangan orang-orang kafir pun tak ada artinya, baiknya dirobek, diremes-remes, terus diinjak-injak hingga tak perlu kita menghiraukannya. Penjelasan dari seorang ulama saja masih lebih dipercaya dari mereka semua.”

Waduh… kesian banget ya… Syiah dibilang membenci sahabat dan isteri2 nabi…
Terus gimana kalau elo? siapa yang elo cela boz… Kanjeng Nabi dan putrinya serta menantunya dan cucu2nya (syiah)… sementara syiah, mengikuti Al Qur’an, memang ada sahabat yang tidak termasuk dalam golongan yang selamat… cari aja ndiri ya… elo kan pintar… sampai2 matahari elo bisa rubah haluan…

Peace man… bentar lagi akhir zaman… kita lihat siapa yang masuk surga… ok boz… Insya Allah gue dimasukkan kejannahnya Allah SWT bersama orang2 yang soleh (menurut Allah SWT, dlm Al Qur’an) bukan menurut ulama…

Cari lagi boz… elo2 kan punya akal… untuk berpikir, bukan untuk akal2an…

huakakakakakakakkakakakkakakakkakkakak

Kenapa lo ndak membuktikan dengan cara yang logis juga? kenapa ndak dibuktikan dengan membuktikan bahwa matahari mengelilingi bumi??

napa cuma bisa berprasangka buruk? dan menuduh orang-orang kafir??

untuk sementara gw masih percaya ama ilmuwan kafir itu. kecuali ada bukti yg logis bahwa matahari mengelilingi bumi.. gw baru percaya..

Apakah menurut kita bahwa penjelasan yang ada saat ini (bumi mengelilingi matahari) itu logis? Di mana letak logisnya? Memang, seseorang itu dianggap biasa karena sering melakukan. Sehingga, dianggap logis hanya karena terlalu sering mendengar dan melihat (tanpa benar-benar melihatnya).
“Padahal, kita memang tidak mengetahuinya”
Percayakah kita dengan surga, neraka, arsy, rosululloh itu ma’shum, Nabi Muhammad itu nabi terakhir dan hal-hal lain yang kita tidak mengetahuinya? Darimana kita mempercayainya? Dengan melihatnya? bohong besar. Sekalipun ada orang yang mengatakan dengan membawa gambar atau bukti lain yang membantah hal-hal tersebut, kita ini orang Islam, Agama ini sudah lengkap, sempurna. Dan agama ini dibawa oleh para rosul, para nabi. Dan ulama adalah pewaris nabi.
Penjelasan ulama yang memang faqih dalam agama ini, sudah cukup buat kita.

Mas, mau ga aku adain seminar mengenai pendapat Mas diatas ??? Seminar bareng orang-orang yang punya dasar keilmuan mengenai hal tersebut diatas.
Atau boleh ga saya memperbanyak dan
menyebarluaskan pendapat Mas ini ?
Musti lebih dong, masa hanya menulis di blogs aja.
Berapa persen seh, masyarakat Indonesia yang bisa internetan dan baca blogs-nya Mas ?
Bole ya…saya copy dan sebarluaskan lengkap dengan nomor telponnya Mas……

Ma’af, sebenarnya pendapat saya itu baru ditulis jauh sesudah banyak juga blog-blog lain yang telah membuatnya. Namun, jika ingin diadakan seminar yang membahas tentang hal itu, silakan dan semoga ada manfaatnya. Yang penting, dalam menentukan suatu hal, sebagai seorang muslim, patokannya harus jelas, yakni Al Qur’an dan penjelasan dari rosululloh, tentu melalui penjelasan para ulama. Jangan mudah terbawa info-info yang kita sendiri belum mengetahui kebenarannya. Sehingga, pembahasannya akan mudah ditemukan jalan keluar. Kecuali, jika memang hanya menginginkan perdebatan tanpa menginginkan jalan keluar. Masing-masing dengan dasar yang berseberangan.
Untuk dicopy dan disebarluaskan, saya rasa penjelasan dari tulisan saya, kurang begitu memuaskan. Namun, jika dianggap telah memuaskan, silakan saja. Sebenarnya, kalau mau diambil yang lebih lengkap, bisa didapatkan di blog milik saudara kita Abdurrahman (abdurrahman.wordpress.com). Untuk nomor telephone, saya sudah memberikannya di blog ini, sehingga, silakan saja jika tujuannya baik.

pernah belajar fisika tentang teori momentum, gravitasi, dan gaya sentrifugal? itu bukti logis tentang bumi mengelilingi matahari. sedangkan sampai sekarang saya belum pernah baca bukti logis tentang matahari mengelilingi bumi.

mau bilang kalo matahari mengelilingi bumi berdasarkan alquran? ah, saya malah juga bilang kalo bumi mengelilingi matahari juga berdasarkan alquran, kok. dasar yang sama tapi dengan penafsiran yang berbeda😉

toh nggak semua ulama juga mendukung teori MMB yang anda yakini itu, kan? apa ulama yang nggak sekeyakinan dengan anda itu bodoh?

oh ya, kalo orang kafir nggak pantas dipercaya, lho kenapa anda memercayakan tulisan2 anda diposting di layanan wordpress-nya si matt? apa anda sudah yakin kalo si matt ini bukan keturunan yahudi?😀

Assalamu’alaikum

Sori, mungkin gak nyambung sama topik matahari mengelilingi bumi…
Saran saya ya mas….gak usah ngelanjutin ngeblog pake wordpress lagi lah…karena wordpress ini (mungkin) adalah buatan orang kafir…saya lihat di blog anda ini ada semacam mesin pencari bernama GSalaf, yg singkatan dari Google Salaf Engine…anda pake nama Google, yg lagi-lagi (mungkin) buatan orang kafir…
anda tidak tau terima kasih mas…orang2 kafir itu banyak memudahkan kita, dan tentunya membantu anda dalam usaha anda untuk berdakwah…karena anda pake wordpress buat berdakwah (betul?)
tinggalkan dunia blog ini mas…karena ini adalah ciptaan orang2 kafir…tinggalkan internet juga, karena saya yakin 100% penemu internet adalah org kafir…
kalo anda pake internet sehari-hari, ngobrol ngalor-ngidul pake hape, sms…wahhh, berarti anda mempercayakan hal-hal seperti itu kpd buatan org2 kafir, dan itu secara tidak lgs bikin saya yg awam ini mikir…”waduh, brarti mas ini percaya sama orang kafir donk…”
anda plin-plan, di satu sisi menentang hal-hal yg (menurut anda) dilarang Islam, tapi di sisi lainnya anda memakai produk2 yg (menurut anda) dilarang oleh Islam…

biyuhhh…..bener-bener keblinger….
emang bener deh, dunia ini dah mau kiamat…😦

Wallahu’alam…

Wassalamu’alaikum…

saya setuju2 saja dengan pendapat anda yang mengatakan bahwa “MATAHARI MENGELILINGI BUMI”
(walau sebenernya saya mengatakan demikian cuman biar anda lega … karena kalo saya lihat anda tidak banyak pendukung disini,, kasihan anda yang semakin tergencet dan tidak berkutik dengan berbagai coment2 cerdas yang membangun).karena menolak pendapat anda itu sangat percuma, hati anda tetep saja tidak pernah terbuka untuk sebuah kebenaran hakiki.
hehee. sayang………anda tidak pernah menyadarinya

semoga saja anda tersenyum bahagia karena KETOLOLAN anda..

hehee

Ternyata comment gw kena moderasi.. kayaknya blog lo nggak boleh ada link pada content comment yah.. ok, itu terserah lo.. gw comment lagi aja..

“Apakah menurut kita bahwa penjelasan yang ada saat ini (bumi mengelilingi matahari) itu logis? Di mana letak logisnya?”

Menurut gw sangat logis bgt. gw malah balik tanya dimana nggak logisnya? apakah klo matahari mengelilingi bumi ada penjelasan yg logis? ok, ni beberapa bukti logis..
1. Inklinasi
2. aurora
3. medan magnet bumi
4. Gaya_sentrifugal
5. peluncuran satelit ke orbit bumi

klo lo pake internet, pake hp buat telpon, lo pikir itu nggak pake satelit?? apa itu bukan bukti BMM?? sekarang mana bukti MMB?

Surga neraka yg gw blm pernah piknik kesana aja gw percaya, apalagi BMM yg gw udah menikmati teknologinya..

dari ayat2 yg lo tunjukan, juga nggak adatuh yg mengatakan bahwa
“Matahari mengelilingi bumi”.
yang ada
“matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya ”

Klo ada tolong gw tunjukin ayat yang mengatakan
“Matahari mengelilingi bumi”

liat gambar di link tersebut.. itu gambar temuan ilmuan kafir tentang garis-edar masing2 penghuni tatasurya..
lo kira gambar itu adalah bohong? untuk apa mereka bohong? apa buktinya juga mereka bohong? jangan su’udzon donk!!

Menurut yg gw tau, bahwa Al-Qur’an itu adalah benar.. Bukti dan fakta Alamiah adalah benar.. Dan Keduanya saling mendukung saling berhubungan dan sama2 benar..

Klo ada yg salah diantara hubungan fakta dan Al-Qur’an, itu adalah tafsirnya.. Coba anda tafsir ulang lagi.. sapa tau translate anda kebalik!

mas, memang Al-Qur’an merupakan petunjuk yang paling benar. namun untuk mendapatkan apa maksud, arti, dan tujuan suatu ayat, tidak bisa hanya kira-kira atau pendapat sendiri. harus ada kajian mendalam dan bukti ilmiah yang kuat. kalau sudah ada bukti ilmiah yang kuat, bolehlah dipublikasikan. mohon ma’af bila salah kata🙂

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur’an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Diambil dari:
http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_orbits.html

Bismillah. Assalamu’alaikum.
ya akhi, kaifa haluk? afwan antum tinggal di jkt kah? ngaji di mana akh?
Afwan, ana baca tulisan antum di atas insya Allah bagus dan ingin mengajak berpikir para juhala agar memahami apa pun dengan Alquran dan hadits melalui bimbingan ulama ahlus sunnah. Namun, niatan itu menjadi lumer (bias) tatkala antum membuka ruang komentar dan tambahan lagi memuat komentar orang-orang yang menentangnya/berlainan pendapat dg antum. Coba perhatikan komentar yg menolak seperti di bawah ini:

luthfis, di/pada Maret 13th, 2008 pada 2:17 pm Dikatakan:

Istighfar….. da da ja matahari kok mengelilingi bumi. Sarafy…sarafy….

Ya akhi, bertaqwalah kepada Allah Azza wa Jalla. Tahu nggak maksud kata-kata Sarafy itu ditujukan kepada siapa? Itu plesetan dari Salafy. Allahul musta’an. Nama yang agung diplesetkan seperti itu krn bisa jadi mereka yg mengucapkan itu jahil-sejahilnya atau bisa jadi karena kita yang kurang ilmu ini tidak pandai dalam mendakwahkan. Ana mengalami itu dan alhamdulillah mendapat hikmah dr kejadian waktu lampau.

Seandainya antum menulis dan tidak membuat ruang komentar, insya Allah itu lebih bagus. Komentar2 yang kontra hendaknya dipending dan ditimbang dulu apakah layak dimuat atau tidak. Barakallahu fiik

Ana kira saran ini tidak dimuat krn ini adalah nasihat ana kepada saudaraku yang aku cintai karena Allah.

Akhukum fillah,

Afwan akh, jazakalloh khoir atas nasihatnya.

Anto abu maulid

Assalamu’alaikum wr. wb,

Kita diperintahkan untuk bertanya kepada ahli dzikir, kepada ulama, kepada orang-orang yang memang ahlinya dalam menjelaskan suatu perkara yang kita tidak tahu akan hal itu.

Setahu saya perintah aslinya adalah untuk bertanya kepada ahlinya, bukan ahli dzikir.

Sedikit perbedaan, namun hasilnya bisa berbeda total.

Mohon maaf jika tidak berkenan.

Wassalam,
Harry

Sekali lagi, penjelasan seorang ulama masih lebih dapat dipercaya daripada penjelasan seribu ulama (ilmuwan) kafirin.

Masih kurang lengkap. Saya kira justru lebih banyak lagi ilmuwan yang agnostic.

Mereka ini netral, mereka tidak kafir (menafikan Allah swt), namun juga tidak mengakuiNya.

Ketika dikatakan, “Mereka tidak mengakuiNya” seluruh omongan yang datang darinya adalah sia-sia jika berbeda dengan satu orang mu’min.

Satu-satunya minat mereka adalah mengungkap fakta-fakta seputar ayat-ayat Allah swt = alam semesta.

Mari kita lanjutkan dengan mencoba berpikir sedikit kritis.

1. Bagaimana kalau ulama tadi adalah su’ul ulama ?
(su’ul ulama = ulama yang buruk, yang malah menyesatkan umat)

2. Bagaimana kalau ulama tadi keliru ?
(Nabi saw telah menyatakan adanya kemungkinan ini. Mudah-mudahan kita tidak sombong dengan menganggap bahwa Nabi saw telah keliru dan mustahil bahwa ulama melakukan kesalahan)

Kalau Anda coba baca seluruh diskusi di posting blog saya yang telah Anda taut tsb, Anda akan menemukan bahwa :

[ 1 ] Fatwa MMB dari Syaikh Utsaimin adalah fatwa yang beliau nyatakan secara “live” – jawaban spontan dari sebuah pertanyaan di suatu acara.
Bukan hasil riset yang mendalam.

Jadi wajar kalau ada kemungkinan kekeliruan disini.

[ 2 ] Di komunitas Salafy sendiri di Timur Tengah sudah mulai muncul wacana mengenai koreksi untuk mengkoreksi fatwa MMB tersebut.

Karena setelah diteliti lagi, sebetulnya tidak ada ayat / hadits yang terkontradiksi jika bumi mengelilingi matahari

Yang terkontradiksi hanyalah penafsiran ayat/hadits.

Pertanyaan saya: apakah kita menjunjung ayat Allah,
atau kita akan menjunjung manusia (yang telah melakukan penafsiran ayat Allah yang keliru) ?

Mudah-mudahan bermanfaat.

Ja’far al-Sadiq, cucu dari cucu Nabi saw, Husain bin Ali, telah menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari :
http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_astronomy#700-825

Beliau juga mungkin sebenarnya adalah penemu soal gravitasi antar bintang / benda luar angkasa.

Alhamdulillah para salaf generasi dahulu sangat banyak yang dikaruniai Allah swt dengan kecerdasan & keshalehan yang luar biasa.

Mudah-mudahan kita diberi kekuatan oleh Allah swt untuk meniru teladan mereka, amin.

antosalafy:::
kalo nggak mau ngasi tempat buat komentar, jadinya ya kayak anda, mas; nggak mau membuka mata terhadap dunia. terjebak terus sama fatwa ulama2 anda yang anda dukung secara fanatik berlebihan, tanpa mau mengindahkan bahwa ulama tetap saja bisa melakukan kealpaan:mrgreen:

antosalafy:::
“Namun, niatan itu menjadi lumer (bias) tatkala antum membuka ruang komentar dan tambahan lagi memuat komentar orang-orang yang menentangnya/berlainan pendapat dg antum.”

Ruang komentar itu kan berfungsi buat diskusi. kita bisa melihat luasnya dunia dan sudut pandang orang lain.

lagian, apakah semua yg ditulis disini pasti benar semua? apakah manusia nggak mungkin melakukan kesalahan?? untuk itulah gunanya dibuka ruang komentar, agar hal-hal yg salah bisa dibenarkan.. dan tidak semakin jauh terjerumus pada hal-hal yg keliru..

Dan jika pendapat lo emang benar, tentunya diskusi melalui ruang komentar bisa membuat para komentator kembali ke jalan yg benar..

INGAT PERBEDAAN PENDAPAT DAPAT NERUSAK HATI AMAL PERSAUDARAAN UMAT ISLAM DAN YANG PENTING KITA INGAT MATAHARI DI PADANG MASYAR KELAK AKAN BERADA DI ATAS KEPALA KITA JARAKNYAPUN KITA TIDAK TAHU DAN MATAHARINYA BERGERAK ATAU BERHENTI DAN APAKAH ADA AWANYA ?

Hei, hei, hei! Lupakah anda bahwa di sekeliling kita masih banyak masalah2 krusial yang harus kita pikir dan diskusikan? Apa implikasi postingan ini, ha? Tak lain hanyalah semakin mempertajam permusuhan di dalam tubuh umat.
.
Masih banyak tema2 lain yang belum kita garap. Kemiskinan, kekerasan yang dialami TKI/TKW di Arab Saudi (nah lo, saudi tuh), lalu kelaparan, perpecahan, dan lain-lain.
.
Hati su’udzhan saya berkata, kalau Anda ini tak ubahnya artis, yang selalu ingin mendapat “perhatian” publik, yah… dalam hal ini, publik jagat maya.

Salam

Yang berpendapat matahari mengelilingi bumi silahkan .Yang berpendapat bumi mengelilingi matahari silahkan yang penting kita menyakini bahwa yang mengerakan matahari dan bumi adalah Allah

masalah yang sangat penting sekali bukan matahari mengelilingi bumi atau bumi mengelilingi matahari tapi masalah kita di Padang Masyar mataharinya akan berada diatas kepala kita jaraknya pun berbeda pendapat dan di Padang Masyar tidak bisa berdebat karena penuh dengan peluh kita tergantung amal kita ?

BTW mas lukmannya keman neehh?

si jenggot lagi:::

yang jadi masalah, mas, adalah ketika orang2 yang fanatik pada MMB melakukan vonis bahwa manusia2 yang mendukung BMM adalah manusia yang tersesat dan tidak berpegang kepada Alqur’an, seakan2 yang penafsirannya terhadap Alquran paling benar hanyalah mereka 😉

Ja’far al-Sadiq, cucu dari cucu Nabi saw, Husain bin Ali, telah menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari :
http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_astronomy#700-825

Beliau juga mungkin sebenarnya adalah penemu soal gravitasi antar bintang / benda luar angkasa.

Alhamdulillah para salaf generasi dahulu sangat banyak yang dikaruniai Allah swt dengan kecerdasan & keshalehan yang luar biasa.

Mudah-mudahan kita diberi kekuatan oleh Allah swt untuk meniru teladan mereka, amin.

menurut saya, postingan diatas sudah membuktikan bahwa Islam sendiri lebih maju dari “kafir²” dan Islam sudah mengakui bahwa bumi mengelilingi matahari.

tidak usah diperdebatkan lagi, lagian ngga penting² amat. masih banyak hal penting lainnya, misalnya keadaan saudara² kita yang kelaparan, dsb.

kepada tuan-tuan matahari di dunia jangan di perdebatkan karena kita bila kepanasan bisa berteduh di bawah pohon atau rumah tapi kalau di Padang Masyar kita kepanasan tidak bisa berteduh

Emang pusing orang2 kyk antosalafy ini. Bahkan dia nganjurin blog tanpa ruang komentar. Padahal diskusi apapun bentuknya akan mendewasakan dan memperluas pandangan dan pengetahuan kita.

Hal inilah yang sebenarnya menjadi agenda musuh2 islam, yaitu dengan memperbodoh umat islam sehingga gampang aja dijajah secara neoimperialisme (dijajah tapi gak kerasa).

Ingatlah bahwa Islam pernah menjadi cahaya peradaban dengan ratusan ulama islam yang mampu memberikan dasar2 ilmu yang akhirnya dipakai dan dikembangkan ilmuwan barat dan kita malah semakin bodoh memperdebatkan kekafiran seseorang, kebidahan, fanatisme buta ulama. Ingat ulama juga manusia, mereka bisa salah toh..

Rindulah untuk menjadi umat terbaik yang memimpin peradaban dunia kembali dengan kesempurnaan di bidang spiritual dan ilmiah.

Kecuali anto&lukman org2 bodoh sekali sehingga apapun teori kafir diterima dengan mentah2 termasuk yang berkaitan dengan akidah, menurut saya kita sudah cukup dewasa untuk dapat menyaring kebenaran teori mereka dan membuang yang tidak sesuai dengan Islam. Ilmu mereka diperoleh secara objektif dengan menggunakan metode yang objektif. Karena kebenaran sunatullah tidak akan berbeda baik dipandang oleh umat Islam atau non Islam. 1+1 = 2, orang islam bilang gitu orang non islam juga saya percaya bilang begitu, karena kalo gak bisa itung2an gampang kyk gitu mana mungkin mereka lulus SD, iya kan?

Jangan makin mencemari citra islam sebagai agama yang kurang pikir, sehingga BMM diragukan, padahal sudah banyak buktinya seperti gaya sentrifugal, lengkungan orbit bumi, penggunaan satelit, adanya musim, dll, malu kan umat Islam kalo ada non muslim baca ini apa coba pikiran mereka? Tertawalah mereka ternyata daripada mengurusi umatnya yang susah makan, rawan akidah, rawan pendidikan, ternyata umat Islam yang melek internet (baca: terpelajar) kerjanya cuma mengurusi hal2 gak penting yang memang sudah terbukti selama 20 abad. KOnyol banget kan..Gak heran cahaya Islam sebagai agama yang benar dari sisi Allah semakin redup dan kejumudan semakin beku. Terima kasih kepada oknum2 seperti anto salafy dan lukman..

Mas: pengen tanya satu hal saja, sudah pernah baca fallacy?

Tentu sains bukan sekedar menjelaskan hal-hal yang kasat mata saja. Karena kalau begitu akan sangat menyedihkan. Kita ga bisa belajar tentang suara, magnet, gravitasi, listrik, bahkan soaaal…

HUKUM.

Karena satu sepele hal saja: apakah kita sebenarnya melihat secara jelas apa yang terjadi? Pernahkah kita secara langsung melihat apakah hukum yang ada sekarang benar-benar efektif bagi rakyat atau tidak?

That’s why you need creativity. Because you sometimes really need to imagine it.

asalamualaikum

keliatannya antum2 salafy dah gak pada nge reply comment disini. jujur aja ane sedih ama rekan2 salafy, coz sekali lagi antum menelorkan pendapat yang gak populis, bikin kisruh, menimbulkan perpecahan sera pemikiran yang makin negatif dari orang awam mengenai jalan dakwah antum.

please,,

semoga Allah SWT membukakan jalan bagi antum kaum salafy semua untuk bisa mengerti alam semesta ini lebih baik.

Wassalam
dari Sahabat..

inna sholata tanha ‘anil fahsya i wal munkar

Pikir Nabi Muhammad SAW tidak pikir tentang matahari tapi pikir bagaimana umatnya selamat dari siksa api neraka ?

dulu kala orang percaya matahari mengelilingi bumi
sehingga waktu itu ketika ada ilmuwan yg blg bahwa bumi mengelilingi matahari, maka ilmuwan tsb dikatakan sesat bahkan kalo tidak salah ilmuwan tsb sampai dihukum mati.

sekarang ketika ada yg percaya matahari mengelilingi bumi, kenapa tidak ? jangan serta merta menyalahkan, sejarah berulang.
ingat… semua ini adalah pengetahuan, yg selalu berkembang setiap waktu.
kita tidak pernah tahu ada penemuan/fakta-fakta apa di masa mendatang.
akal manusia terbatas…

isi blog ini emang cocok ama namanya.. ruanghakim.. tempat menghakimi.
dan selalu saja bikin saya pusing bacanya, seperti saya baca tulisan orang salafy lain yang kurang cantik dalam menampilkan dalil dalam tulisan-tulisannya.. intinya mah.. lieur!!!

@orang awam

Pengetahuan emang selalu berkembang.. tapi untuk sekarang ini, nggak ada tuh teori yang mendukung matahati mengelilingi bumi. yang ada bumi mengelilingi matahari.

tapi klo pada mau percaya matahari mengelilingi bumi juga gpp. terserah lo deh. asal jangan maen meng-kapir-kapirkan aja.

lukman-nya kepada negh ???
kok ga berkomentar ???

Ada satu ayat, yang coba diperhatikan,
“Dan apakah orang-orang yang kafir
tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian
Kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air,
Kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka
mengapakah mereka tiada juga beriman?”

Langit dan bumi, keduanya dahulu adalah satu. Dengan teori-teori mereka saja sebenarnya sudah dapat mendukung keterangan MMB.
Ingat dengan teori dentuman besar (big bang)?
Langit mewakili wilayah terluas di jagad raya ini (dalam bahasa ilmuwan, merupakan percikan terluar akibat dentuman besar). Dan bumi adalah salah satu dari sekian banyak benda yang ada di dalamnya.

Dalam ayat itu, yang dijadikan sumber awal dentuman (pemisahan) antara keduanya adalah langit dan bumi.
Lantas, atas dasar apa bumi tidak menjadi pusat tata surya? Ingat, langit adalah wilayah terluar yang para ilmuwan mengatakan akan terus berkembang.
Dentuman yang besar antara langit dan bumi, menjdikan pergeseran yang begitu dahsyatnya.
Jika dikaitkan dengan gaya sentrifugal, faktor terbesar yang menyebabkan gaya tersebut bukan perputaran bumi mengelilingi matahari. Melainkan karena adanya perputaran pada bumi itu sendiri, dan adanya gaya tarik-menarik (gravitasi) antara matahari dan bumi.

Sekali lagi, dahulu langit dan bumi keduanya bersatu. Langit sebagai simbol terluar dalam tata surya,
bagaimana dengan bumi?

kasihan saya melihat anda mas lukman….telah diberikan begitu banyak kelebihan tetapi begitu pathetic…

assalammualaikum wr. wb. hahahaha…salut dah buat mas lukman..tetap konyol walaupun udah terdesak…saya kira dulu mas lukman seorang pemikir yang bisa diandalkan u/ garis depan kesatuan umat islam ternyata,…nol besar…
jangan -jangan mas lukman adalah………
astagfillullah mudah2an umat islam terselamat dari para pemecah belah keutuhan umat…..
HIDUP ISLAM
wassalamm.

@dimas
sadar gak mas, sampeyan yg nuduh pemecah belah umat lah, antek inilah, antek itulah.tuduhan yg keji.
saya sbg orang awam sudah lama tertarik dengan ajaran mas lukman ini, karena mereka betul-betul konsisten, jadi memang tidak ada yang ditakutkan selain Alloh SWT.
mereka tidak takut pengikutnya sedikit, mereka tidak takut banyak yg mencemooh, krn mereka tau itu benar (ada dasarnya)
beda dengan yg lain, yg takut partainya kalah, takut pengikutnya sedikit, takut dijauhi masyarakat dan ketakutan-ketakutan lainnya…jadi cenderung ikut arus.

hanya ALLAH yang tau,aku juga gak mau berseteru dengan akhi,karena itu dosa besar

ko begitu ya,omongan orang2 yang anti thd dakwah salafy?
Setahu saya bagi org yg cerdas,mereka akan mendahulukan dalil dr agama ketimbang akal dan logika.
Contoh kenapa makan di sunnahkan dgn memakai jari jemari tangan bukan dgn sendok (yg notabene itu buatan kuffat utk mengjauhkan sunnah dr umat)? ternyata memang jari2 tangan itu mengeluarkan enzim utk membantu pencernaan makanan (ini dr hasil riset).
Dan juga kenapa kita disunnahkan membasuh tangan tujuh kali (salah satunya dgn dicampur tanah) kalo kena liur anjing?.Ternyata dgn begitu menurut ilmuwan akan menghilangkan bakteri dr bekas liur anjing,yang tdk bs hilang kecuali dgn tanah.
Trus juga kenapa kalo lalat yang nyemplung ke minuman,kita di sunnahkan utk menenggelamkan lalat tsb seutuhnya?ternyata pas di teliti,pada dua sayap lalat terkandung racun dan penawarnya,jd hrs di tenggelamkan keseluruhan lalat agar penawarnya bs menetralisir racun.
Lha kan kalo gt ,hal2 yang tdpt dlm agam jauh lebih tdk amsuk akal,tapi itu bermanfaat bagi manusia,cuma manusia2nya aja bodoh n keblinger ga mau tunduk pada aturan agama yang tertuang dlm al qur’an dan sunnah.
Mereka pake akal2an deh dlm menafsirkan agama utk kemudian di coba di cocok2 in dgn ilmu pengetahuan dr barat yang memang hrs di kritisi.
Sesungguhnya ilmu agama itu diatas segalanya di banding ilmu manusia yang bersifat relatif dan banyak kesalahannya.
Kalo manusia2 yang keblinger n bodoh itu (yang membebek pada ilmu barat) ga mau menerima kandungan dr al qur’an dan menjauhkan diri dr ulama,maka mendingan aja lepas embel2 muslim yang mereka msh pake.
Saya yakin pada kesehariannya manusia2 tsb,jauh dr sunnah palagi mau tunduk ma dalil yang datangnya dr penguasa langit.
Setau saya kebanyakan mereka itu msh suka dengerin musik (bahkan yang da embelnya nasyid acapella ato yang pake drummer sebangsa shoutul jihad ,izzis n dll).
Kalo pake celana suka isbal,jenggot di cukur,kalo dakwah yang ditampilin partai ato maslahat bukannya mengedepankan ilmu ushludin,suka nonton sinetron islami(?),suka zikir jamaah,baca novel (karangan fiksi) islami (?)…dll yang ga da kaitannya dgn sunnah.
Kalo gitu kesehariaanya gmn mau tunduk pada dalil,biar seribu kali di kasih nasehat tetep aja ndablek….!
Petunjuk mereka itu:logika,maslahat n apa2 yang bs diliat ma mata,itu petunjuk mereka,kalo dalil mah bs di plintir2 dikit (itu istilah kasarnya) ato yg sesuai dgn hawa nafsu mereka.
Nasehat saya utk manusia2 yang bodoh n pembangkang thd dalil,istighfarlah kalian,bertaubatlah kpd Alloh ,serta mohon agar Dia menghilangkan syubhat2 yang nempel di otak kalian.
Rujuklah kpd pemahaman salafussholeh,krn merekalah jalan keselamatan,bukan pemahaman kafir dan munafik yang menjerumuskan kalian ke lembah kehinaan.
Smg kita selalu di beri hidayah oleh Nya.Amin
Abu jundi askari.

ada beberapa hal yang memang bukan prinsip untuk diperdebatkan. adakalanya kita memang beda penafsiran saja. ilmu kita terlalu sedikit

dalam hal ini saya lebih percaya pada “ilmuwan kafir…..
sekali lagi ini hanya masalah beda penafsiran….
jangan menjustifikasi pendapat seseorang tanpa bukti yang sangat jelas…….
misalnya hukum haram babi sudah nggak dipersoalkan…..
tapi kalo masalah ini sudah terbukti BMM

Assalamu’alaikum.
Akh Lukman, ana ud lama ikut ta’lim Al-I’tishom. Tp koq klo masalah beginian ana blm begitu yakin. Apalagi ada bbrp ikhwan yg beropini beda seprti d http://salafyitb.wordpress.com/2008/01/07/adakah-ulama-salafy-yang-menguatkan-teori-heliosentris/
Apakah hal seperti ini mesti diyakini? Karena saya hanya melihat ini hanya perbedaan pandangan saja.

di postingan anda bilang kita harus berpikir secara objek, tapi lucunya habis kalimat itu anda langsung berfikir subjektif (ilmuwan sono kapir lah, sini ustadz lah itu lah) Ngerti ga yang dimaksud objektif dan subjektif? Kalo ga mending blajar bahasa indo dulu dech daripada fisika astronomi.
Anda terlalu menggeneralisir sesuatu akh, emang smua ilmuwan astronomi kafir? yang percaya BMM kafir? ckck…
Lagian ayat Al-Quran sebagai pembuktian anda terhadap MMB itu masih bisa ditafsirkan secara luas lagi, dan ketahuilah masih banyak yang berpengetahuan di atas anda.
Janganlah anda mengundang tragedi masa lalu. seingat saya masalah gereja menghukum seorang ahli astronomi gara2 teori BMM nya karena kesalahan tafsir kitab mreka juga. Janganlah kejadian itu terulang lagi.
Maaf mas, terlepas dari apakah mreka kafir atau tidak (saya tidak mempermasalahkan itu sepanjang tidak bertentangan dengan Al-Quran) saya lebih mempercayai ilmuwan? Kenapa? Saya toh blum liat secara langsung, begitu pula anda mas, tapi para ilmuwan itu telah menciptakan satelit, memotret keadaan langit sana, dan dengan perhitungan OBJEKTIF menelurkan teori BMM.
Sedangkan anda? teori anda hanya berdasarkan meraba-raba tafsir Al-Quran, dan dari posting anda yang cenderung tidak menerima pendapat luar, anda layaknya katak dalam tempurung (ingat di atas kita masih ada yang lebih baik), lalu ustadz anda? saya yakin beliau ahli dzikir, tapi apakah beliau ahli astronomi? dan lagi pendapat anda sangat SUBJEKTIF, karena alasan teori BMM dikeluarkan oleh imuwan kafir? masya allah. Besok besok bilanglah skalian kalau di dalam tubuh manusia itu tidak ada air ato daging tapi yang ada tanah, karena teori itu dari dokter kafir😛 .
Anda bilang neraka dan surga tidak bisa dilogiskan? Siapa yang bilang itu logis? Surga dan neraka bukan urusan duniawi sehingga tidak bisa dilogiskan, sedangkan bumi, alam semesta adalah urusan duniawi, dan dengan akal pengetahuan yang diberikan dari Allah SWT kepada manusia dapat dinalar dan dipelajari.
Perbandingan anda tidak relevan, itu sama saja anda mengatakan manusia terdiri dari tanah dan itu tidak bisa dijelaskan secara logis karena lu bisa ngejelasin secara logis ga kenapa hantu bisa terbang?😆

Ingatlah….kebenaran hanya milik Allah SWT…apa yang anda dapatkan saat ini blum tentu benar kecuali atas kehendaknya. Hendaknya anda selalu membuka mata akan dunia.

Al-Khawarizmi (780-846 M)
Matematikawan Muslim

Tokoh yang bernama lengkap Abu Ja’far Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi (780-846 M) ini merupakan intelektual muslim yang banyak menyumbangkan karyanya di bidang matematika, geografi, musik, dan sejarah. Dari namanyalah istilah algoritma diambil.
Lahir di Khawarizmi, Uzbeikistan, pada tahun 194 H/780 M. Kepandaian dan kecerdasannya mengantarkannya masuk ke lingkungan Dar al-Hukama (Rumah Kebijaksanaan), sebuah lembaga penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang didirikan oleh Ma’mun Ar-Rasyid, seorang khalifah Abbasiyah yang terkenal.
Hisab al-Jabr wa al-Muqabla (Pengutuhan Kembali dan Pembandingan) dan Al-Jama’ wa at-Tafriq bi Hisab al-Hind (Menambah dan Mengurangi dalam Matematika Hindu) adalah dua di antara karya-karya Al-Khawarizmi dalam bidang matematika yang sangat penting. Kedua karya tersebut banyak menguraikan tentang persamaan linier dan kuadrat; penghitungan integrasi dan persamaan dengan 800 contoh yang berbeda; tanda-tanda negatif yang sebelumnya belum dikenal oleh bangsa Arab. Dalam Al-Jama’ wa at-Tafriq, Al-Khawarizmi menjelaskan tentang seluk-beluk kegunaan angka-angka, termasuk angka nol dalam kehidupan sehari-hari. Karya tersebut juga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Al-Khawarizmi juga diyakini sebagai penemu angka nol.
Sumbangan Al-Khawarizmi dalam ilmu ukur sudut juga luar biasa. Tabel ilmu ukur sudutnya yang berhubungan dengan fungsi sinus dan garis singgung tangen telah membantu para ahli Eropa memahami lebih jauh tentang ilmu ini.
Selain matematika, Al-Khawarizmi juga dikenal sebagai astronom. Di bawah Khalifah Ma’mun, sebuah tim astronom yang dipimpinnya berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Penelitian ini dilakukan di Sanjar dan Palmyra. Hasilnya hanya selisih 2,877 kaki dari ukuran garis tengah bumi yang sebenarnya. Sebuah perhitungan luar biasa yang dapat dilakukan pada saat itu. Al-Khawarizmi juga menyusun buku tentang penghitungan waktu berdasarkan bayang-bayang matahari.
Al-Khawarizmi juga seorang ahli geografi. Bukunya, Surat al-Ardl (Bentuk Rupa Bumi), menjadi dasar geografi Arab. Karya tersebut masih tersimpan di Strassberg, Jerman.
Selain ahli di bidang matematika, astronomi, dan geografi, Al-Khawarizmi juga seorang ahli seni musik. Dalam salah satu buku matematikanya, Al-Khawarizmi menuliskan pula teori seni musik. Pengaruh buku ini sampai Eropa dan dianggap sebagai perkenalan musik Arab ke dunia Latin. Dengan meninggalkan karya-karya besarnya sebagai ilmuwan terkemuka dan terbesar pada zamannya, Al-Khawarizmi meninggal pada tahun 262 H/846 M di Bagdad.(dna)
sumber: http://www.beritanet.com/Education/Al-Khawarizmi.html

maksud postingan Copas diatas untuk memacu pemuda2 muslim berpikir lebih cerdas.jangan terlalu jumud lantas disibukan untuk memusuhi muslim lainnya.jangan-jangan kalian salafy/wahabi adalah korban dari ”gerakan pembodohan” supaya kita muslim terus tertinggal.jujur saja kalian yg anti TAQLID tapi sebenarnya cuma pindah taqlid ke obyek lain yg mencoba menciptakan new firqoh.Semoga Allah memberi petunjuk ‘dan’ menuntun kalian menuju kebenaran

percuma kalo ilmunya pinter tapi goblog tauhid ya ujung-ujungnya masuk neraka,dakwah itu prioritasnya tauhid,ga dimulai dari belajar matematika.
Bukannya ga boleh belajar matematika tapi rata-rata saking pinternya ilmu dunia dan otaknya udah kayak habibi(tapi ga becus ngurusin timor timur,akhirnya ribuan muslim asal timor timur terlunta-lunta di maumere),lantas akhirnya ngakal-ngakalin agama.
Kita diajarkan untuk memperjuangkan dien bukan memperjuangkan peradaban.
Kita menggunakan teknologi untuk kita perbudak teknologi tsb untuk kepentigan agama,bukan menjual agama dgn simbol2 partai demi meraih kekuasaan,bukan malah juga tergila-gila pada teknologi untk kemudian menghabiskan waktu bergelut di dalamnya dan membiarkan penyimpangan akidah dan bid;ah di mayarakat.
Antum juga hati-hati menyebut da’i salafiyyin dgn sebutan wahhabi,karena wahhabi adalah sebutan musuh dakwah syaikh muhammad yang merintangi dakwah beliau.Mereka yang merintangi dakwah beliau adalah para sufi,pengagung kuburan serta pelaku maksiat,dan inggris tlh menyebarkan istilah tsb ke berbagai negara yang di jajahnya,krn dgn adanya dakwah tsb ,kaum muslimin disatukan dgn akidah.

minza izin copi matahari mengelilingi bumi

tafadhol, jazakalloh khaoiron katsiro

percuma juga klo imannya kuat tapi ilmu science-nya guoblok😀

insya Allah, kalo imannya kuat meliputi aqidahnya, tauhidnya, ibadahnya, ga ada yang percuma. Kata Alloh tentang orang yang merugi adalah orang-orang yg tdk beriman, yang tidak beramal sholih, yang tidak saling menasihati dengan al haq dan ash shobr. Itulah yang percuma, nonasheila. Semoga Allah memberi petunjuk.

masa si? inget ga kasus markonah si tukang tepu yang bilang ada bayi ngaji dalam perutnya?

yang imannya kuat banged tapi ilmu science-nya dodol pasti ketepu mentah2….

@atas

Sedikit OOT, si penipu yang bilang ada bayi ngaji dalem perutnya bukannya Cut Zahara Fona?

Tapi markonah juga sama penipunya tuh

Quote: “yang imannya kuat banged tapi ilmu science-nya dodol pasti ketepu mentah2….”

NIH OMONGAN BERNADA TALBIS BANGET SEEH GAK BISA DIROBAH DIKIT NAPA MISALNYA:

“AGAMA TANPA ILMU BUTA, ILMU TANPA AGAMA BINASA”

untuk Nona Sheila

Yang menciptakan matahari dan bumi adalah Allah Tabaroka wata’ala. Kalau Allah Ta’ala mengatakan demikian (matahari mengelilingi bumi) maka ya itu yang benar. Koq nona yang sewot ?

Saya kok tidak mendapati dalil matahari mengelilingi bumi. Di tulisan ini pun tidak ada dalil yang menyebutkan demikian.

fas’alu ahladz-dzikri in kuntum laa ta’lamun sajalah. kalau ahlinya astronomi orang kafir, dan memang tidak menyesatkan pemahaman, ya kenapa harus disalahkan. Bunkti konkrit, saja lah kelamahan umat Islam di Saudi, bulan dzulhijjah tahun lalu (1428), sebulan berusia 31 hari. Adakah dalam hitungan bulan qamariyah sebulan berusia 31 hari?

Bara’ terhadap orang kafir ok, tetapi jangan kebablasan. Yang lebih penting bara’lah pada tempatnya. Dengan kekuasaan Bush, tidak bara’, tetapi dengan teori yang memang demikian bara’. Bagaimana ini???

@atas gw
na’am. Soal yg beginian gw lebih setuju sama yang di eramuslim tuh, biar ngaku wahhabi tulen tapi Ustadznya gak fanatik. Ustadz-ustadz d ta’lim salafi jg kayaknya gak pernah mengkampanyekan opini kayak gini secara gencar. Denger2 Syaikh Al-Albani pun jg tdk berpendapat MMB. Tapi kalo menurut gw, diartikannya matahari sbg benda yg beredar (QS. Al-Anbiya’: 33) tetap tidaklah bertentangan dengan teori BMM. Qt lihat aja apa teori BMM ini akan bernasib sama dgn teori evolusi yang mesti ambruk atw mendaratnya manusia di bulan yg kini diragukan kebenrannya? Apapun yang terjadi, ta’lim2 salafi tetap dibanjiri para thullab yg mengenyam/berkecimpung di bidang IPTEK kayak ta’lim di ITB atw di LIPI.
Hal2 kontroversi gini menurut gw mending gak usah diblow up secara berlebihan.

Dalil-dalilnya sbb.:
“…sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat…” (QS. Al-Baqoroh: 258).

“Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33).

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).

:”Dan suatu tanda (kekuasaan Allah Yang Maha Besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapn Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yaasiin: 37-40).

Mohon maaf karena keterbatasan kami sehingga tidak bisa menyajikan teks dalam Bahasa Arab. Penjelasan akan lebih detil lagi dengan makna kata dalam bahasa Arab pada ayat-ayat yg bersangkutan.

@ lukman hakim

pernah denger kalo Allah membuat perumpamaan-perumpamaan, nggak?😉

toh ayat2 yang diatas juga ga secara tegas dan terang2an menyebutkan matahari mengelilingi bumi, hohoho

Maka dari itu mas, ulama di saudi arabia (sengaja disebutkan agar kita tahu bahwa mereka sangat mengerti bahasa arab) telah menjelaskannya.

ulama di saudi arabia juga banyak lho yang nggak sepakat kalo matahari mengelilingi bumi. harus saya sebutkan satu-persatu kah?😉

Assalamu’alaikum wr, wb..
Begini, Matahari maupun Bumi saling mengelilingi adalah benar. Maksud saya, jika Bumi mengelilingi Matahari benar, Matahari mengelili pun benar juga.. Pa ga belajar teori Relativitas, Transformasi Lorentz??? Kita dibilang Bumi mengelilingi Matahari tapi tidak dibilang hakekatnya. Konsep ini hanya berlaku kepada para ahli falak karena terlalu sulit menggambarkan gerak pelanet jika bumi mengelilingi matahari. Pandangan ini hanya berlaku jika kita tinjau kerangka inersia (tidak inersia sebenarnya, cuma pendekatan praktis) pada bintang atau pesawat yang konstan. Sedangkan tujuan praktis di bumi seperti pelayaran, penerbangan, Jadwal Hari, kita memakai prinsip “Matahari mengelilingi Bumi “. Makanya, ingat ilmu sekarang belom tentu benar di kemudian Hari. Jangan Kolot ma pemikiran Barat. Menghina Ilmu seperti bumi mengelilingi matahari juga tidak boleh.. itu langkah menuju kebenaran.

Kirim Print

dakwatuna.com – Seorang ilmuwan dari Italia Kenneth Edward George berkata,
“Saya sudah mengkaji dengan sangat teliti agama-agama terdulu dan agama modern dewasa ini. Kesimpulannya adalah bahwa Islam agama langit yang yang benar. Kitab Suci ini mencakup kebutuhan materi dan immateri bagi manusia. Agama ini membentuk akhlak yang baik dan menjaga rohani agar tetap sehat.”

Profesor Inggris Mountaghmiri Watts berkata,
“Apa yang dipaparkan Al Qur’an tentang realitas dan fenomena alam yang sempurna menurut saya adalah di antara kelebihan dan keistimewaan Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan ilmu pengatahuan yang didokumentasikan dewasa ini, tidak mampu menandingi Al Qur’an.”

Sejarawan Italia, Brands Johny Burkz mengatakan,
“Kesejahteraan dan kepemimpinan menjauh dari umat Islam dikarenakan mereka tidak mau mengikuti petunjuk Al Qur’an dan mengamalkan hukum dan undang-undang-nya. Padahal sebelumnya sejarah telah mencatat bahwa generasi awal Islam meraih kejayaan, kemenangan, dan kebesaran. Mmusuh-musuh Islam tau rahasia ini, sehingga mereka menyerang dari sisi ini. Ya, kondisi kehidupan umat Islam sekarang ini suram, karena tidak pedulinya umat ini terhadap Kitabnya, bukan karena ada kekurangan dalam Al Qur’an atau Islam secara umum. Yang obyektif adalah tidak benar menganggat sisi negatif dengan menghakimi ajaran Islam yang suci.”

Peneliti Prancis Gul Labum menyeru orang Eropa,
“Wahai manusia, kajilah Al Qur’an secara mendalam, sampai kalian menemukan hakekat kebenarannya, karena setiap ilmu pengetahuan dan seni-budaya yang pernah dicapai oleh bangsa Arab, pondasinya adalah Al Qur’an. Hendaknya setiap penduduk dunia, dari beragam warna dan bahasa mau melihat secara obyektif kondisi dunia zaman awal. Mengkaji lembaran-lembaran ilmu pengetahuan dan penemuan sebelum Islam. Maka kalian akan tahu bahwa ilmu pengetahuan dan penemuan tidak pernah sampai pada penduduk bumi kecuali setelah ditemukan dan disebarluaskan oleh kaum muslimin yang mereka eksplorasi dari Al Qur’an. Ia laksana lautan pengetahuan yang mengalir di jutaan anak sungai. Al Qur’an tetap hidup, dan setiap orang mampu meneguk sejuknya sesuai dengan kesungguhan dan kemampuannya.”

Ahli filsafat dari Prancis, Pranco Mari Pulter, menjelaskan perbedaan antara Injil dan Al Qur’an,
”Kami yakin, jika disodorkan Al Qur’an dan Injil kepada seseorang yang tidak beragama, pasti orang tersebut akan memilih yang pertama, karena Al Qur’an mengetengahkan pemikiran yang cocok dengan akal sehat. Boleh jadi tidak ada undang-undang yang lebih detail tentang masalah perceraian, kecuali undang-undang dan hukum yang telah di gariskan Al Qur’an tentang masalah ini.”

Seorang ilmuwan dari Inggris Fard Ghayum, Guru Besar Universitas London mengatakan,
”Al Qur’an adalah kitab mendunia yang memiliki keistimewaan sastra yang tinggi, yang terjemahnya saja tidak bisa mewakili tingginya sastra aslinya. Karena lagunya berirama khusus, keindahannya mengagumkan, dan pengaruhnya yang luar bisa terhadap yang mendengarkan. Banyak kaum nashrani Arab yang terpengaruh gaya bahasa dan sastranya. Begitu juga kaum orientalis, banyak di antara mereka yang menerima Al Qur’an. Ketika dibacakan Al Qur’an, kami orang-orang Nashrani terpengaruh, laksana sihir yang menembus jiwa kami, kami merasakan ungakapnnya yang indah, hukumnya yang orisinil. Keistimewaan seperti ini yang menjadikan seseorang merasa terpuaskan, dan bahwa Al Qur’an tidak mungkin ada yang mampu menandinginya.”

Knett Grigh, Guru Besar Universitas Cambridge memberi kesaksian,

”Tidak akan mampu seseorang sepanjang empat belas abad yang lalu, sejak diturunkannya Al Qu’ran sampai sekarang ini, yang mampu membuat seperti ayat Al Qur’an, satu ayat sekalipun. Karena Al Qur’an bukan kitab yang dikhususkan untuk zaman tertentu, bahkan Al Qur’an ini alami yang akan terus berlangusng sepanjang zaman. Meskipun dunia dan kehidupan ini berubah, namun setiap manusia memungkinkan menjadikan al Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Mengapa Al qur’an lebih unggul dan menjadi pedoman hidup manusia sepanjang masa? Karena Al qur’an mencakup hal-hal yang kecil maupun urusan yang besar. Tidak ada sesuatu yang tidak diatur oleh Al qur’an. Saya yakin, bahwa Al Qur’an mampu mempengaruhi orang Barat, dengan syarat, Al Qur’an dibacakan dengan bahasa aslinya, karena terjemahnya tidak mampu memberi pengaruh kejiwaan dan rohani, berbeda dengan bacaan aslinya yang menggetarkan jiwa, meluluhkan qalbu.” (it/ut)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik

  • 28,572 users

RSS Abu Salma M. Fachrozi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sunniy Salafiy

  • Haramnya Tathayyur (Anggapan Sial Karena Seseorang Atau Sesuatu)
    asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ “Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran,…Read more › […]
    Admin Blog Sunniy Salafy
  • Tidak Boleh Mengurungkan Hajat Karena Menganggap Sial Sesuatu
    asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang thiyarah mengurungkan dia dari hajatnya maka ia telah berbuat syirik”, Para shahabat bertanya, “Lalu apa kaffarahnya?”, Rasulullah shallallahu ’alaihi…Read more ›
    Admin Blog Sunniy Salafy
  • Keutamaan Puasa Ramadhan dan Hikmah Pensyariatan Puasa Ramadhan
    Majmu’ minal Ulama Keutamaannya Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدَرَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، ومَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ…Read more › […]
    Admin Blog Sunniy Salafy

LINK SAHABAT

Promosi Author

%d blogger menyukai ini: